This site hosted by Free.ProHosting.com
Google
  HomePengetahuan Musik  
     
 

Karakter angklung


Berikut ini adalah penggambaran singkat dari karakter alat musik angklung, baik karakter sebagai instrumen maupun sifat-sifat yang muncul ketika angklung digunakan dalam membawakan lagu.

Bentuk Alat
Angklung yang dibahas disini adalah angklung dengan skala diatonis yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna atau disebut juga angklung Padaeng. Secara struktur alat angklung terbuat dari tabung bambu. Prinsip suara yang dihasilkan adalah suara tabung bambu yang dipukul, dan dalam alat musik angklung tabung bambu tersebut "dipukul" dengan cara menggetarkan angklung.

Bunyi angklung tetap bunyi bambu yang dipukul hanya ketika angklung digetarkan dengan frekuensi yang lebih rapat atau kerap maka 'kesan' pukul menjadi tersamarkan.

Jika dianalogikan dengan bass pukul bambu dimana ukuran bambu yang digunakan cukup besar (berdiameter dan tinggi yang besar dibandingkan angklung) maka ketika bass pukul dibunyikan (dipukul) maka kesan pukul sudah nyaris hilang dan yang terdengar menyerupai seolah tabung bambu yang ditiup seperti wind instrument.

Berdasarkan Cara Memainkan
Berdasarkan cara memainkan angklung ada dua prinsip dasar yang dikenal selama ini yaitu digetarkan dan di'centok' atau dipukul pendek (menyerupai teknik pizzicato atau dipetik pada biola). Dari cara main dengan digetarkan maka suara angklung dinilai mempunyai kualitas suara baik jika getarannya makin rapat. Jika angklung dimainkan tidak cukup kerap maka kesan bambu yang dipukul sangat dominan jika pemain angklung berjumlah sedikit (10-12 orang) maka bunyi ini kurang nyaman didengar. Pada getaran yang rapat karakter bunyi angklung tidak sepenuhnya dapat dianalogikan seperti bunyi tabung yang ditiup (analogi bass pukul bambu) karena udara yang digetarkan adalah efek dari bunyi pukul sehingga suara angklung seperti kombinasi antara suara tiup dan pukul. Pada penyeteman angklung kedua aspek bunyi dan pukul inilah yang diperhatikan.

Karakter Bahan
Karakter bunyi 'pukul dan tiup' ini tentunya dipengaruhi oleh sifat bahan bambu yang ringan dan mempunyai kekuatan bahan yang tidak sekuat kayu misalnya. Sifat bahan ini secara tidak langsung mempengaruhi karakter bunyi maka bunyi alat musik bambu akan terdengar ringan meskipun bambu berdiameter besar tetapi kesan tumbuhan bambu yang ringan, rindang, dan cantik tidak hilang, demikian juga karakter alat musik angklung.

Penerapan pada Lagu
Pada awalnya berdasarkan kedua teknik tersebut lagu untuk angklung diaransir. Teknik getar sering digunakan untuk mengekspresikan melodi lagu karena pada dasarnya bunyi khas angklung dimunculkan melalui teknik getar ini. Untuk dapat memahami karakter alat musik ini di dalam suatu lagu, sangat bergantung kepada bentuk aransemen, jenis lagu yang dibawakan dsb.

Pada penerapannya alat musik angklung tidak dapat berdiri tunggal karena satu angklung satu not, bentuk dua tabung tetap menghasilkan nada yang sama hanya dengan beda oktaf. (kecuali pada jenis accompaniment/ angklung pengiring akor). Karena dimainkan banyak pemain maka kesan 'ensemble' juga muncul pada paduan angklung karakter kebersamaan, 'ramai' kemudian muncul, analogikan seperti pohon bambu yang tidak pernah berdiri sendiri selalu berkelompok membuat paduan.

English version

 
Back to Top

[Articles & Opinion]|[Knowledge]|[Profile]|[Berita Menarik]
Web space provided by PROHOSTING

Keluarga Paduan Angklung SMUN 3 Bandung
Jl. Belitung No. 8 Bandung - Jawa Barat - Indonesia
E-mail: kpa3@westjava.com