|
Karakter angklung
Berikut ini adalah penggambaran singkat dari karakter alat musik
angklung, baik karakter sebagai instrumen maupun sifat-sifat yang
muncul ketika angklung digunakan dalam membawakan lagu.
Bentuk Alat
Angklung yang dibahas disini adalah angklung dengan skala diatonis
yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna atau disebut juga angklung
Padaeng. Secara struktur alat angklung terbuat dari tabung bambu.
Prinsip suara yang dihasilkan adalah suara tabung bambu yang dipukul,
dan dalam alat musik angklung tabung bambu tersebut "dipukul" dengan
cara menggetarkan angklung.
Bunyi angklung tetap bunyi bambu yang dipukul hanya ketika angklung
digetarkan dengan frekuensi yang lebih rapat atau kerap maka 'kesan'
pukul menjadi tersamarkan.
Jika dianalogikan dengan bass pukul bambu dimana ukuran bambu yang
digunakan cukup besar (berdiameter dan tinggi yang besar dibandingkan
angklung) maka ketika bass pukul dibunyikan (dipukul) maka kesan
pukul sudah nyaris hilang dan yang terdengar menyerupai seolah tabung
bambu yang ditiup seperti wind instrument.
Berdasarkan Cara Memainkan
Berdasarkan cara memainkan angklung ada dua prinsip dasar yang dikenal
selama ini yaitu digetarkan dan di'centok' atau dipukul pendek (menyerupai
teknik pizzicato atau dipetik pada biola).
Dari cara main dengan digetarkan maka suara angklung dinilai mempunyai
kualitas suara baik jika getarannya makin rapat. Jika angklung dimainkan
tidak cukup kerap maka kesan bambu yang dipukul sangat dominan jika
pemain angklung berjumlah sedikit (10-12 orang) maka bunyi ini kurang
nyaman didengar. Pada getaran yang rapat karakter bunyi angklung
tidak sepenuhnya dapat dianalogikan seperti bunyi tabung yang ditiup
(analogi bass pukul bambu) karena udara yang digetarkan adalah efek
dari bunyi pukul sehingga suara angklung seperti kombinasi antara
suara tiup dan pukul. Pada penyeteman angklung kedua aspek bunyi
dan pukul inilah yang diperhatikan.
Karakter Bahan
Karakter bunyi 'pukul dan tiup' ini tentunya dipengaruhi oleh sifat
bahan bambu yang ringan dan mempunyai kekuatan bahan yang tidak
sekuat kayu misalnya. Sifat bahan ini secara tidak langsung mempengaruhi
karakter bunyi maka bunyi alat musik bambu akan terdengar ringan
meskipun bambu berdiameter besar tetapi kesan tumbuhan bambu yang
ringan, rindang, dan cantik tidak hilang, demikian juga karakter
alat musik angklung.
Penerapan pada Lagu
Pada awalnya berdasarkan kedua teknik tersebut lagu untuk angklung
diaransir. Teknik getar sering digunakan untuk mengekspresikan melodi
lagu karena pada dasarnya bunyi khas angklung dimunculkan melalui
teknik getar ini. Untuk dapat memahami karakter alat musik ini di
dalam suatu lagu, sangat bergantung kepada bentuk aransemen, jenis
lagu yang dibawakan dsb.
Pada penerapannya alat musik angklung tidak dapat berdiri tunggal
karena satu angklung satu not, bentuk dua tabung tetap menghasilkan
nada yang sama hanya dengan beda oktaf. (kecuali pada jenis accompaniment/
angklung pengiring akor). Karena dimainkan banyak pemain maka kesan
'ensemble' juga muncul pada paduan angklung karakter kebersamaan,
'ramai' kemudian muncul, analogikan seperti pohon bambu yang tidak
pernah berdiri sendiri selalu berkelompok membuat paduan.
English version
|