This site hosted by Free.ProHosting.com
Google
  HomeMusical Knowledge (Archive)  
     
 
Aransemen Angklung

Oleh Budi Supardiman, Ir.

Seperti kita ketahui, kata aransemen berasal dari kata Inggris arrangement yang berarti suatu gubahan lagu dalam beberapa party untuk koor atau orkes.

Sebelum kita membahas aransemen angklung, ada dua hal khusus tentang angklung yang sebaiknya perlu kita ketahui terlebih dahulu. Pertama, suara angklung mempunyai karakter suara yang riang. Dan yang kedua, angklung memiliki warna suara yang seragam untuk semua ukuran, sehingga jika kita mengaransemen angklung secara langsung maka aransemen itu lebih cocok dianggap sebagai aransemen paduan suara sejenis daripada campuran (SATB).


Terdapat tiga macam pendekatan aransemen angklung yang selama ini dikenal, yaitu: angklung (sifat gereng me-nonjol), paduan suara (pola SATB) dan orkes (ornamensi dari macam alat).

Exhibit - 1: Aransemen Paduan Suara Sejenis, Aransemen Angklung Pendekatan angklung, paduan suara dan orkes
Komposisi pertama adalah bait pertama dari Sound of Music diadopsi langsung dari aransemen paduan suara sejenis. Langung cocok dimainkan oleh angklung karena sifat suara yang homogen, tidak seperti adopsi dari komposisi paduan suara lengkap (SATB) karena diperlukan beberapa modifikasi.
Bait pertama Sound of Music (Rodger & Hammerstein, aransemen angklung Budi Supardiman)


Sedangkan dalam tiga komposisi di bawah ini pendekatan yang digunakan dalam aransemen angklung: angklung Murni, Paduan Suara SATB (modifikasi) dan pendekatan orkes. Untuk pendekatan angklung murni pada lagu Telaga Biru, dapat dilihat bahwa suara latar mengandung gereng (aransemen vertikal) sesuai karakteristik suara angklung. Di dalam lagu Maju Tak Gentar Pa Daeng mengadopsi harmoni dari SATB yang diterapkan dalam aransmen horisontal. Sedangkan di dalam lagu Also Sprach, akomodasi dari semua nada yang dimainkan orkes dicoba dimasukkan ke dalam aransemen angklung. Dapat dilihat perbedaan yang signifikan dari tiap-tiap pendekatan tersebut.

Baris kedua Kr. Telaga Biru (arr. Daeng Soetigna)


Reffrain Maju Tak Gentar (A. Simanjuntak, arr. Daeng Soetigna)


Overture of Also Sprach Zarathustra (Richard Strauss, arr. Budi Supardiman)
*) Semua komposisi ini adalah aransemen angklung yang telah diujicoba dan dipentaskan dalam berbagai kesempatan. Simulasi dari komposisi ini dapat dilakukan menggunakan Tool seperti Music Times v3.2 atau Recording Session v4.0.

Susunan nada yang mungkin di antaranya adalah:
  • Akor - akor rapat memberi kesan sempit dan padu (dua pilihan, di atas atau di bawah); akor renggang menghasilkan suasana megah dan luas. Akor balikan dapat digunakan sebagai variasi, agar susunan tidak jemu dan melelahkan pemain.
  • Penggandaan melodi (duet) - berguna untuk memperkuat melodi utama dan membuat suasana semarak. Terdapat dua macam duet, terts murni dan balikan.
  • Suara bawah bernyanyi sendiri (polifon) - untuk ini lebih baik jika dipakai bass-party, sehingga dapat membentuk canon.
Exhibit - 2a: Akor rapat & renggang, penggandaan melodi dan polifonik
Berikut ini adalah contoh komposisi yang menggunakan akor rapat dan renggang, penggandaan melodi (duet) dan polifonik. Perbedaan susunan dapat memberikan efek nuansa yang variatif. Komposisi di bawah ini adalah kemungkinan pendekatan akor yang dapat dilakukan pada Reffrein Lagu Run To You (Whitney Houston): Akor renggang, akor rapat atas, akor rapat bawah. Di dalam komposisi aslinya arranger menggunakan pendekatan akor rapat bawah untuk memberikan nuansa megah.

Run To You (a) - akor renggang (dibawakan Whitney Houston, arr. Budi Supardiman)


Run To You (b) - akor rapat atas (dibawakan Whitney Houston, arr. Budi Supardiman)


Run To You (c) - akor rapat bawah (dibawakan Whitney Houston, arr. Budi Supardiman)


Exhibit - 2b: Akor rapat & renggang, penggandaan melodi dan polifonik
Contoh duet susunan normal (Colonel Boogey March) dan terbalik (Reffrain Rumah yang Manis) masing-masing memberikan kesan rapat dan luas. Sementara suara bawah dari kedua lagu ini merupakan untainan nada yang berjalan horizontal dan membentuk kanon.

Colonel Boogey March (KJ. Alford & M. Arnold, arr. Daeng Soetigna)


Reffrain Rumah yang Manis (Elsa Sigar, arr. Sony M. Ichsan)


Kombinasi dari susunan-susunan nada dan akor di atas menghasilkan kemungkinan aransemen yang sangat bervariasi, sehingga muncul pertanyaan: mana yang akan kita pilih ?
Sekarang kita lihat lagu yang akan kita aransemen. Perhatikan nuansa lagu, yang mengandung dinamika, ulangan dan aspek lain yang mendukung jiwa lagu. Kita buat aransemen kita agar sesuai dengan jiwa lagu. Jangan takut membuat aransemen satu suara, jika memang diperlukan.


Exhibit - 3: Kombinasi susunan untuk nuansa
Contoh komposisi ini adalah bagian bridge di tengah lagu sebelum ke ulangan baris pertama lagu Tomorrow (dibawakan oleh Nikka Costa). Pengaransir lagu menyusun susunan suara yang banyak (akor renggang) diujung bridge untuk memberikan nuansa naik, disambung dengan ulangan baris pertama yang disusun dengan akor rapat atas untuk memberikan nuansa tipis sebagai variasi.


Hal lain yang harus kita perhatikan adalah, suara pertama dari lagu jangan sampai tenggelam oleh suara di bawahnya, terutama sewaktu dimainkan. Dianjurkan pula, perpindahan nada pengiring diusahakan sedekat mungkin.

Aransemen mengikuti kaset? Boleh-boleh saja, apalagi jika mengambil ornamensi dari kaset yang kita anggap baik. Namun demikian, warna suara angklung yang seragam dapat menyebabkan overlap, sehingga kita harus hati-hati. Hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara misalnya teknik satu angklung atau tengkep.


Pendekatan yang menurut saya baik dan mudah adalah pendekatan aransemen organ (menggunakan organ sebagai alat bantu), karena sifat suara gereng-nya yang mirip dengan suara angklung.

Exhibit - 4: Komposisi orkestrasi, Perpindahan nada akor dan ornamensi
Komposisi dengan pendekatan orkestrasi terkadang membawa resiko dalam aransemen angklung efek tenggelamnya suara pertama, sehingga perlu dilakukan trik lanjutan untuk mengatasinya.

Reffrain Climb Ev'ry Mountain (Rodgers & Hammerstein, arr. Budi Supardiman)


Perpindahan nada di dalam akor diupayakan supaya sedekat mungkin sesuai teori harmoni (materi harmoni akan dfbahas pada edisi selanjutnya).
Reffrain lagu One Moment in Time (dibawakan Whitney Houston, arr. Budi Supardiman)


Pengambilan ornamensi dari kaset atau orkestasi melalui adaptasi yang memadai dapat membuat hasil aransemen angklung menjadi lebih indah. Contoh diambil dari ornamensi yang aslinya dibawakan piano.
Bait pertama lagu I Have Nothing (David Foster, dibawakan Whitney Houston, arr. Hari Kusharwanto).


Akhirnya, hal yang paling penting untuk kita pertimbangkan adalah: buat aransemen yang dapat dimainkan secara optimal. Aransemen yang baik tidaklah harus canggih, dan aransemen yang canggih belum tentu baik, karena aransemen yang canggih tetapi terlalu sulit dimainkan akan menjadi sesuatu yang percuma.

Catatan Redaksi: Budi Supardiman, Ir. adalah pemandu ketiga KPA 3 setelah pendiri Djoko Nugroho & Ir. Sony M. Ichsan. Belajar musik dan angklung secara autodidak sejak dikenalkan di usia 7 tahun, sampai saat ini telah mengaransir lebih dari 100 lagu angklung dan telah ditampilkan pada berbagai pementasan sejak 1984. Pernah menjadi pelatih dan conductor KPA ITB 1987-1992 dan menjuarai beberapa Festival Angklung, saat ini menjabat Chief Executive Officer KPA 3 Enterprise.
 
Back to Top
Web space provided by PROHOSTING

Keluarga Paduan Angklung SMUN 3 Bandung
Jl. Belitung No. 8 Bandung - Jawa Barat - Indonesia
E-mail: kpa3@westjava.com