|
Sejarah Keluarga Paduan
Angklung SMUN 3 Bandung berawal dari kegiatan Peringatan 25
tahun Konferensi Asia Afrika tahun 1980. Saat itu SMUN 3
Bandung mengirimkan 50 orang siswa kelas 1 sebagai wakilnya untuk
turut serta dalam team angklung massal tersebut, latihan diadakan
sejak bulan Februari 1980 sampai saat penampilannya pada tanggal
25 April 1980 di depan Gedung Merdeka Bandung.
Kesan mendalam yang diperoleh team angklung
KAA ini menumbuhkan keinginan untuk terus bermain meski angklung
massal telah usai. Bahwasannya saat itu SMUN 3 belum mempunyai sebuah
angklung pun, tak memadamkan semangat untuk terus berlatih. Berdasarkan
manfaat yang dirasakan selama angklung massal, maka tekad untuk
mempertahankan team angklung yang telah kompak tersebut menjadi
bertambah besar.
Dengan tekad yang ada itu para "ex-angklung
KAA" berusaha merintis jalan terbentuknya regu angklung SMUN
3. Usaha ini setelah terwujud dengan berbekal alat dan ruang latihan
serta pelatih yang semuanya berstatus pinjaman dari Team Kesenian
Guriang. Dinamakanlah kelompok ini TEAM PADUAN ANGKLUNG SMA NEGERI
3 BANDUNG.
Sebuah seksi baru dalam kepengurusan
osis terbentuk, yaitu Seksi Angklung pada tahun 1980. Sejak itu
keuletan dan ketahanan para anggota selalu diuji. Meskipun demikian
semangat tinggi yang dimiliki tidak pernah luntur. Latihan demi
latihan dihadiri dengan tekun.
Jerih payah yang ditunjukkan ternyata
cukup mendapat perhatian dari pihak sekolah. Beberapa bulan kemudian,
yaitu awal Oktober 1980, secara resmi SMAN 3 Bandung memiliki
satu unit angklung. Mulai saat itu digunakanlah nama KELUARGA
PADUAN ANGKLUNG SMA NEGERI 3 BANDUNG. Ini berarti telah lahir
sebuah Paduan Angklung baru.
Keanggotaan KPA ketika terbentuk ada
50 orang, kemudian setiap tahun bertambah 70-120 orang, sehingga
KPA menjadi unit kegiatan yang terbesar di SMUN 3 Bandung.
|